Mengenal Sindrom Koroner Akut yang Ada di Rawat Kardiovaskular Intensif
Sindrom koroner akut menjadi salah satu penyakit yang sekarang ini sering terjadi di kalangan orang dewasa. Peristiwa ini bisa terjadi karena adanya aliran darah yang menuju ke jantung kurang deras. Sehingga jika dibiarkan terus menerus tanpa di bawah ke kardiovaskular intensif akan mengakibatkan dampak yang serius. Tertarik untuk meninjau lebih jauh? Mari baca penjelasan di bawah ini.
baca juga profil dr Dafsah Juzar :
https://heartology.id/dr-dafsah-arifa-juzar
Apa yang Dimaksud dengan Sindrom Koroner Akut?
Sindrom koroner akut adalah salah satu peristiwa yang terjadi pada saat aliran darah menuju ke jantung telah berkurang secara tiba-tiba. Peristiwa tersebut bisa terjadi karena adanya penyumbatan yang sangat signifikan pada area arteri koroner jantung, yaitu bagian pembuluh darah yang telah memasok darah ke area jantung.
Dengan adanya kejadian sindrom koroner akut ini, maka akan memberikan dampak yang signifikan untuk terjadinya penyakit serangan jantung dan juga angin yang mendadak. Untuk kejadian seperti itu umumnya akan diawali dengan adanya nyeri dada yang berat sekitar 15 menit atau adanya rasa yang tidak nyaman di area dada.
Gejala lain yang terjadi bagi seseorang yang mengalami sindrom koroner akut ini adalah keringat dingin tanpa melakukan aktivitas apapun, kondisi pernafasan yang tersengal, mual dan mutah, adanya denyut jantung yang tidak teratur atau aritama. Tidak berhenti disitu, seorang yang melakukan perawatan kardiovaskular intensif juga sering mengalami gelisah yang disertai pusing dan rasa ingin pingsan.
Penyebab dan Juga Faktor dari Sindrom Koroner Akut
Sindrom koroner akut ini bisa terjadi adanya aterosklerosis atau terbentuknya suatu plak kolesterol di area dinding arteri koroner, sehingga akan berdampak penyumbatan di aliran darah menuju ke jantung. Selain itu, peristiwa ini bisa terjadi jika seseorang menjadi pengguna kokain dan nikotin dalam jumlah yang berlebih. Dimana hal tersebut akan memicu spasme arteri koroner secara tiba-tiba.
Ada beberapa faktor lain yang ikut andil dalam meningkatkan resiko dari seseorang telah mengalami sindrom koroner akut, diantaranya adalah pada saat individu suda memasuki usia tua, tengah memiliki penyakit darah tinggi serta kolesterol. Tidak hanya itu, bagi anda yang memiliki berat badan berlebih atau seorang obesitas, juga berpeluang mengalami sindrom koroner akut ini.
Sudah menjadi rahasia umum jika memiliki pola hidup sehat, seperti rajin olahraga dan melakukan aktifitas fisik, mengurangi konsumsi gula berlebih, dan tidak merokok dan menggunakan obat-obatan terlarang menjadikan seseorang sehat. Dan bila hal itu dilakukan dengan rutin akan mengurangi resiko terjadinya sindrom koroner akut dan perawatan di kardiovaskular intensif.
Dapat disimpulkan bahwa sindrom koroner akut adalah salah satu peristiwa yang terjadi pada saat aliran darah menuju ke jantung telah berkurang secara tiba-tiba. Hal tersebut bisa terjadi karena adanya penyumbatan di area arteri koroner jantung sehingga harus dilakukan pemeriksaan di ICCU. Dan untuk gejala utama yang membuat penyakit ini yaitu adanya sesak nafas berlebih, pusing dan lainnya.